DPR Minta TNI Buka-Bukaan Kasus Jurnalis Banjarbaru Dibunuh ke Publik

bagikan

Kasus pembunuhan jurnalis Juwita di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, telah menarik perhatian publik, memicu reaksi keras dari berbagai pihak.

DPR-Minta-TNI-Buka-Bukaan-Kasus-Jurnalis-Banjarbaru-Dibunuh-ke-Publik

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui Komisi I, yang membidangi pertahanan dan keamanan, mendesak Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk membuka secara transparan penanganan kasus ini kepada publik. Desakan ini muncul karena adanya dugaan keterlibatan oknum anggota TNI Angkatan Laut (AL).

Dalam pembunuhan tersebut, yang menimbulkan pertanyaan tentang profesionalisme dan integritas institusi militer. Dibawah ini KEPPOO INDONESIA akan transparansi dalam penanganan kasus ini dianggap penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap TNI dan memastikan keadilan bagi korban serta keluarganya.

tebak skor hadiah pulsabanner-free-jersey-timnas

Desakan DPR Untuk Transparansi

Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, secara tegas meminta Polisi Militer (POM) TNI untuk membuka perkembangan kasus ini secara transparan kepada publik. Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat memahami secara jelas apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana proses hukum berjalan.

Dave menekankan bahwa transparansi ini penting untuk menghindari spekulasi dan desas-desus yang dapat merugikan citra TNI dan memperkeruh suasana. DPR berjanji akan membahas kasus ini dalam rapat kerja (raker) bersama TNI pada masa sidang mendatang. Pembahasan ini diharapkan dapat memberikan klarifikasi dan solusi terkait penanganan kasus ini.

Informasi Gembira bagi pecinta bola, Ayo nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda, Segera download!

shotsgoal apk  

Dugaan Pemerkosaan

Kasus ini semakin kompleks dengan adanya dugaan bahwa korban, Juwita, tidak hanya dibunuh, tetapi juga diperkosa oleh pelaku. Informasi ini diungkapkan oleh pengacara keluarga korban, Muhamad Pazri, yang menyatakan bahwa pihaknya memiliki alat bukti yang mengindikasikan adanya kekerasan seksual.

Bahkan, keluarga korban memiliki foto dan video yang menunjukkan bukti-bukti tersebut. Menurut pengakuan keluarga, Juwita sempat menceritakan kejadian ini kepada kakak iparnya pada 26 Januari 2025, dan menunjukkan bukti video pendek serta foto. Fakta ini tentu menambah dimensi baru dalam kasus ini dan menuntut penanganan yang lebih serius dan komprehensif.

Reaksi TNI Untuk Permintaan Maaf

Menanggapi kasus ini, pimpinan TNI AL telah menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga Juwita atas tindakan oknum anggotanya. TNI AL juga berjanji akan mengusut tuntas kasus ini dan memberikan sanksi tegas kepada pelaku jika terbukti bersalah.

TNI berkomitmen untuk membuka secara transparan upaya penegakan hukum, rekonstruksi kasus, penyerahan tersangka dan barang bukti ke oditur militer, serta proses persidangan yang terbuka. Langkah ini diharapkan dapat meredam kemarahan publik dan menunjukkan keseriusan TNI dalam menangani kasus ini secara adil dan transparan.

Baca Juga:

Proses Rekonstruksi & Mencari Titik Terang

Proses-Rekonstruksi-&-Mencari-Titik-Terang

Sebagai bagian dari proses penyidikan, Detasemen Polisi Militer (Denpomal) Banjarmasin telah menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Juwita. Rekonstruksi ini melibatkan tersangka, Kelasi Satu Jumran, yang memperagakan 33 adegan terkait pembunuhan tersebut.

Dalam rekonstruksi tersebut, terungkap bahwa Jumran sempat mencuci motor korban untuk menghilangkan jejak sidik jari dan menghancurkan ponsel korban yang berisi video bukti pemerkosaan. Rekonstruksi ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kronologi kejadian dan membantu penyidik dalam mengungkap motif pembunuhan.

Desakan Peradilan Terbuka

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan (Kalsel) mendesak agar peradilan militer terhadap pelaku pembunuhan Juwita digelar secara terbuka. Hal ini bertujuan agar publik, termasuk media, dapat mengakses informasi mengenai jalannya persidangan dan memastikan bahwa proses hukum berjalan dengan adil dan transparan.

PWI Kalsel juga menyatakan kesiapannya untuk mengawal kasus ini hingga pengadilan militer menghasilkan putusan yang berkekuatan hukum tetap. Desakan ini sejalan dengan tuntutan DPR dan masyarakat sipil yang menginginkan transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan kasus ini.

Kesimpulan

Kasus pembunuhan Juwita telah menimbulkan duka mendalam bagi keluarga, rekan-rekan jurnalis, dan masyarakat Banjarbaru. Juwita dikenal sebagai jurnalis muda yang aktif dan berdedikasi dalam menjalankan tugasnya. Kepergiannya meninggalkan luka yang mendalam bagi komunitas jurnalis di Kalimantan Selatan.

Berbagai aksi solidaritas dan tuntutan keadilan telah dilakukan untuk mengawal kasus ini dan memastikan bahwa pelaku dihukum setimpal dengan perbuatannya. Simak dan ikuti terus informasi yang lebih menarik tentang berita terlengkap yang akan kami berikan setiap harinya di Berita Viral.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari tribunnews.com
  2. Gambar Kedua dari detik.com

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *